Rekonstruksi Pemilih
Pangkep untuk sementara menjadikan baliho sebagai senjata utama dalam PILKADA, mereka yang berkuasa menjadikan bawahannya sebagai corong-corong berjalan di cafe-cafe, mobil dines-pun terlihat tempelan foto salah satu calon. Baliho, perlu pengawasan khusus oleh para tokoh masyarakat agar tidak ada dusta diantara kita, tidak ada yang saling menyebar fitnah dan hasut.
Kehadiran baliho telah mengalihkan perhatian orang kepada pemilu dari masalah program kepada masalah pribadi, yang menentukan bukan lagi kepandaian program, tetapi kepandaian tim mengemas gambar/isi baliho sang tokoh
Baliho adalah pedangnya/senjata para cabup, baliho bukan hanya memasang foto cabup tetapi juga menyebarkan program, isu/opini, baliho bukan untuk untuk menunjukkkan bagaimana kualaitas tokoh tetapi bagaimana tokoh tersebut mampu mengatasi masalah-masalah social, ekonomi, politik dan budaya.
Analisis isi (content anaylisis ) baliho, setiap tokoh mencoba untuk melakukkan manuver politik lewat baliho misalnya ir.H.Syafruddin nur dengan jargon LANJUTKAN, H.Baso Amirullah dengan jargon MAJU DGN BASMALAH, Syamsuddin Batara S.E Dengan jargon PUTRA DAERAH, apakah sudah merekonstruksi pemilih, memberikan solusi atas persoalan masyarakat. Adapula yang berisi “masyarakat pecinta orang sehat dan waras”, isi baliho tersebut mencoba menggiring pada persoalan pribadi.
Baliho menjadi biang kerok kerusuhan kita masih ingat kasus salah seorang aktivis pangkep yang dipenjara karena melakukan black campagn, yang mengatakan bupati pangkep PKI, dan sudah tua. Begitu besar pengaruh baliho dan mungkin ini adalah salah satu penyebab kekalahan bupati kemarin untuk menjabat lagi dua priode.
Baliho menjadi realitas kedua (second hand reality). lewat baliho yang menjadi jendela masyarakat pangkep, para pemilih dicoba untuk diarahkan untuk mengikuti keinginan para tim sukses, sehingga masyarakat bersikap, memilih sesuai yang digambarkan oleh para tim sukses, tim sukses yang bisa mengolah pesan/kesan dengan baik akan memenagkan pertarungan. Boleh jadi kandidat tersebut memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kandidat lain namun karena kesan dan pesan yang disampaikan postif maka pemilih mendefinisikan dengan positif, wallahu a’lam . seorang pencuri dikemas seperti sipitung, dimana hasil curiannya untuk orang miskin maka sipitung pun sangat dikagumi oleh masyarakat citranya sebagai pendekar, penolong.
Komunikasi verbal dan nonverbal dalam PILKADA, mampu menarik simpati pemilih, komunikator aktivis, pakar, tim sukses harus hati-hati dalam merancang pesan verbal dan non-verbal, kita tidak boleh menjadikan para pemilih hanya sekedar hitungan suara karena dengan demikian kita mendehumanisasi mereka. Kita memberikan program gratis pada masyarakat dan kita mengkomunikasikan secara verbal namun secara nyata hal itu tidak terwujud, kita ingin menerapkan syariat Islam tapi dimana-mana ada tempat remang-remang, sepertinya program itu hanya verbal saja belum pada pesan non verbal, kata laskar biasanya selama ini dikonstruksi masyarakat dengan seorang pendekar kita teringat dengan lagu laskar cinta, film laskar pelangi seperti itulah makna yang disampaikan kata laskar. Dan apakah makna yang ada pada kata lascar sudah menjadi frame of reference, dan mewujudkan program seperti memperjuangkan pendidikan seperti lascar pelagi, tetapi kelihatannya belum terlihat.
Fungsi da’i, tokoh masyarakat, adalah memberikan penjelasan tentang yang ma’ruf dan mungkar dalam ranah politik di pangkep, da’i dan tokoh masyarakat harus memposisikan sebagai social control dalam dinamika politik, harus memperlihatkan netralitasnya ditengah masyarakat. Tidak memihak pada salah satu kandidat sehingga yang ma’ruf bisa terlihat dan dipahami oleh masyarakat inilah yang dimaksud fatabayyanu dalam al-Qur’an sebagai fungsi da’i dan tokoh masyarakat, kalau memang ada kesalahan pada salah satu kandidat maka fatabayyanu/jelaskan pada masyarakat atau kalau boleh sampaikan pada kandidat tersebut bahwa itu salah.
Pangkep menuju perubahan khairu ummah menurut jalaluddin rahman dalam bukunya rekayasa social ada beberapa hal yang menyebabkan adanya perubahan diantaranya : ideas (max weber), heroes (great individual),social movement, pangkep dapat melihat perubahan bila terdapat tiga cause diatas. Seorang cabup paling tidak memiliki ide tentang pangkep kedepan, mampu mempersentasikan program, ide-nya. Heroes atau ikon, pemimpin (people power) sebagai teladan masyarakat, maksudnya seorang calon bupati mempunyai karakteristik spiritual, emosional, intelektual, shiddiq, fatana, tabligh, amanah, serta memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang prima. Social movement bukan individual movement, selama ini banyak ide, banyak heroes tapi mereka lebih banyak melakukan kegiatan individual movement misalnya korupsi, nepotisme, kolusi. Atau keduanya terlaksana didalam social movement ada terselip/mengikut sertakan individual movement, ada program mensejahterakan masyarakat maka dia ikut serta mensejahterakan dirinya dll, seorang pemimpin harus focus pada social movement/ gerakan moral, bukan gerakan pragmatism .
Tags:
Share
You need to be a member of kampung pangkep to add comments!
Join this Ning Network