Makassar, Tribun - Anggota Komisi II DPRD Maros akan menggelar studi banding untuk mempelajari pengelolaan hasil tambang di Kabupaten Gowa dan Pangkep dalam waktu dekat. Studi banding di dua tempat itu untuk menghemat anggaran Pemkab Maros.
"Kami menggelar studi banding ke Pangkep untuk mempelajari pengelolaan hasil tambang seperti semen dan marmer untuk meningkatkan PAD Maros. Sedangkan di Gowa kami akan mempelajari pengelolaan tambang galian golongan C," ungkap Ketua Komisi II DPRD Maros, Zainal Dalle, di Makassar, Selasa (3/10).
Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Maros dari PAN ini menambahkan, mereka melakukan studi banding di Gowa dan Pangkep bukan hanya alasan menghemat anggaran. Tapi dua kabupaten tersebut memang layak dijadikan tempat studi banding. Studi banding akan digelar pada bulan ini.
Tambang galian golongan C di Gowa saat ini digunakan untuk menimbun sejumlah mega proyek di Sulsel. Ada pembangunan Center Point of Indonesia, dan anjungan Pantai Losari Makassar, dan Trans Kalla. Sementara marmer dan semen dari Pangkep sudah diekspor hingga keluar negeri.
"Studi banding di Gowa dan Pangkep ini merupakan salah satu komitmen komisi II untuk membantu pemerintah kabupaten mencari potensi-potensi untuk memaksimalkan PAD sekaligus untuk menghemat anggaran," tambah Wakil Ketua Komisi II (Ekonomi dan Pembangunan) DPRD Maros, Andi Patarai Amir.
Menurut Enal, sapaannya Zainal Dalle, tahun 2009 ini Kabupaten Maros menargetkan PAD sebesar Rp 33 miliar. Sedangkan tahun 2010 target tersebut diturunkan menjadi Rp 32 miliar karena Indonesia dilanda krisis.
Setelah dari Gowa dan Pangkep, mereka juga akan melakukan studi banding di PT Inco, Sorowako, Luwu Timur, mengenai pajak air dan pengelolaan limbah tambang.(lim)
Sumber: Tribun Timur
Tags:
Share
You need to be a member of kampung pangkep to add comments!
Join this Ning Network