Soal Wacana Pental di CPNS
PANGKAJENE -- Pernyataan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Ansharullah terkait kemungkinan berkas alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) ditolak pada seleksi CPNS tahun ini membuat petinggi STAI DDI Pangkejene kebakaran jenggot.
Pernyataan tersebut dinilai bisa merusak citra STAI di mata mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Apalagi, pernyataan itu dilontarkan sebelum surat penolakan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) diterbitkan.
Ketua STAI DDI Pangkajene Drs H Ashabuddin Halik LC menegaskan, pernyataan pihak BKDD dinilai tidak beralasan. Masih sebatas wacana. Apalagi hampir setiap tahun STAI DDI selalu meloloskan alumninya dalam seleksi CPNS.
"Itu belum bisa dipublikasikan karena berpotensi merusak citra STAI," ungkap Ashabuddin didampingi Kabag Kemahasiswaan dan Alumni STAI Pangkajene, Amiruddin, sesaat setelah menghadap bupati Pangkep Syafrudin Nur di rumah jabatan, Minggu, 8 November.
Ashabuddin menegaskan, bupati Pangkep telah menjamin alumni STAI dalam seleksi CPNS 2009 tetap akan diakomodasi. Merunut pada displin ilmu, para alumni STAI diklaim Ashabuddin sebagai calon guru agama Islam yang paling tepat dibanding dari sekolah lainnya.
Pihak STAI mengaku sudah menyiapkan langkah strategis andai saja surat edaran BKD benar-benar terbukti nanti. �Kami optimis tidak aka nada surat penolakan BKN. Makanya, kami sangat sayangkan pihak BKDD karena mengeluarkan komentar yang tak beralasan," ujarnya.
Bupati Pangkep saat berbicara dengan petinggi STAI DDI menyayangkan, pihak BKDD yang mengungkapkan alumni STAI DDI tidak diakomodasi dalam seleksi CPNS 2009. Sangat tidak beralasan bagi BKD mengatakan sesuatu yang belum jelas payung hukumnya.
Sebuah kebijakan kata dia, diangap legal ketika sudah ada bukti hitam di putih dari BKN. "Jadi selama belum ada surat tertulis dari BKN pusat, maka alumni STAI DDI tetap akan diakomodasi dalam seleksi CPNS 2009," katanya. (slm)
sumber: harian Fajar
Tags:
Share
You need to be a member of kampung pangkep to add comments!
Join this Ning Network